BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS
Showing posts with label Kisah Bijaksana. Show all posts
Showing posts with label Kisah Bijaksana. Show all posts

17 December 2008

Otak dan Hati

[Media Puisi - Kisah Bijaksana] Ketika Rossulullah Ditanya oleh Zaid Bin Walid perihal anaknya :

"Hai Zaid Bin Walid sahabatku Jika Engkau aku suruh untuk memilih antara Otak dan hati mana yang akan engkau pilih ?"

Zaid menjawab:

"Sebaik baiknya pemberian Allah yang paling Mulia adalah HATI , jika aku mengikuti hati maka hati yang aku ikuti adalah NURANI , karena sebaik baiknya hati adalah NURANI yang di berikan Allah Swt kepada ku , maka aku akan mengikutinya"

lalu Rossullulah pun senyum , bagus bearti kamulah sebaik baiknya hati....

Demikianlah seperti yang Kita lakukan terhadap Asmara ,

Bukan lantaran karena HARTA ,KEKAYAAN, KECANTIKAN , BUKAN PULA KEPANDAIAN melainkan Kita mengikuti hati nurani untuk mengejar CINTA yang lebih mulia yaitu cinta yang tidak mengenal materi.

JIKA KITA YAKIN MAKA KITA BISA , JIKA KITA BISA MAKA KITA TERBIASA , JIKA KITA TERBIASA MAKA ALLAH YANG YANG AKAN MEMBANTU DALAM MENUNTUN LANGKAH , BUKANYA MANUSIA ATAU KAMU - KAMU SEKALIPUN......

Sebuah Pelajaran dari Tikus , Ayam dan Kambing.....

[Media Puisi - Kisah Bijaksana] Ada sebuha cerita yang kuharapkan Kita semua juga bisa menilainya :

Pada suatu malam si tikus ingin makan di tempat biasanya dia mengambil makanan di sebuah rumah di mana pemiliknnya sangat baik dan ramah , ketika suatu malam kali ini sang tikus tidak bisa mengambil makanan karena jalan menuju di sana ditutup oleh sang pemilik rumah , sehingga seketika dia mengabarkan berita ini ke kambing , apa jawab kambing ? yah bukan urusan saya karena itu mungkin bukan rejekimu , Kali ini dia berangkat ke ayam , jawaban dari ayam pun sama yah bukan urusan saya karena itu bukan jalanmu .akhirnya dengan wajah Gontai dia berangkat pulang karena menyesal ,

Keesokkan harinya sang ibu tuan rumah sakit maka minta di masakkan sup ayam , maka sang ayah menyembelih ayam , ayam ketakutan bukan kepalang dia memberitahukan ke kambing jawabannya adalah Tidak mau tahu , dia bicarakan ke Tikus jawabanya juga tidak tahu .

karena sakitnya parah maka ibu tuan rumah meninggal dan gantian ayah menyembelih kambing untuk para tamu , gantian sang kambing ketakutan karena sebentar lagi dia akan di sembelih , dia memberitahukan ke tikus jawabannya yah sama , tidak tahu.



Sobat , tahukah enggaku bahwa merasakan apa yang di rasakan orang lain adalah sesuatu yang sepatutnya kita lakukan


16 December 2008

Jangan Biarkan Hatimu Mati

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Diantara tanda-tanda matinya hati adalah jika anda tidak merasa susah ketika kehilangan keselarasan taat kepada Allah, dan tidak menyesali perbuatan dosa anda.”

Hati itu terletak di tengah antara kiri dan kanan, antara depan dan belakang, antara atas dan bawah dan antara baik dan jahat. Hati itu titik tengah, point perimbangan, point neraca atau median dan Ada sekeping daging dalam badan manusia, apabila keadaannya baik, seluruh diri jadi baik. Dan apabila ia tidak baik, seluruh diri jadi tidak baik. Sadarlah, daging itu ialah hati.

Hati yang mati disebabkan oleh berbagai penyakit kronis yang menimpanya. Manakala hati seseorang tidak sehat, maka hati tentu sedang terserang penyakit-penyakit hati. Penyakit hati itu begitu banyak yang terkumpul dalam organisasi Al-Madzmumat, dengan platform gerakan yang penuh dengan ketercelaan dan kehinaan, seperti takabur, ujub, riya’, hubbuddunya, kufur, syirik, dan sifat-sifat tercela lainnya. Ketika sikap-sikap mazmumat ini dihadapan pada kepentingan Allah, maka akan muncul tiga hal:

Manusia semakin lari dari Allah, atau dia justru memanfaatkan simbol-simbol Allah untuk kepentingan hawa nafsunya, atau yang terakhir dia dibuka hatinya oleh Allah melalui HidayahNya.


bahwa kematian hati (qalbu) karena tiga hal:

1. Mencintai dunia,

2. Alpa dari mengingat Allah,

3. Membiarkan dirinya bergelimang maksiat.

Sedangkan tanda-tanda kematian hati juga ada tiga:
Jika anda tidak merasa susah ketika kehilangan keselarasan taat kepada Allah. Tidak menyesali dosa-dosanya. Bersahabat dengan manusia-manusia yang lupa pada Allah yang hatinya sudah mati.

Kenapa demikian? Karena munculnya kepatuhan kepada Allah merupakan tanda kebahagiaan hamba Allah, sedang munculnya hasrat kemaksiatan merupakan tanda kecelakaan hamba. Apabila hati hidup dengan ma’rifat dan iman maka faktor yang menyiksa hati adalah segala bentuk yang membuat hati menderita berupa kemaksiatan hati kepada Allah. Yang membuatnya gembira adalah faktor ubudiyah dan kepatuhannya kepada Allah.

Boleh saja anda mengatakan:
Jika seorang hamba Allah bisa taat dan melaksanakan ubudiyah, itulah tanda bahwa hamba mendapat Ridlo Allah. Hati yang hidup senantiasa merasakan Ridlo Allah, lalu bergembira dengan ketaatan padaNya.

Jika seorang hamba Allah bermaksiat kepadaNya, itulah pertanda Allah menurunkan amarahNya. Hati yang mati tidak merasakan apa-apa, bahkan sentuhan taat dan derita maksiat tidak membuatnya gelisah. Sebagaimana yang dirasakan oleh mayit, tak ada rasa hidup atau rasa mati.

agar dosa dan masa lalu, jangan sampai membelenggu hamba Allah, yang menyebabkan sang hamba kehilangan harapan kepada Allah. Karena itu, rasa bersalah yang berlebihan yang terus menerus menghantui hamba harus dibebaskan dari dalam dirinya. Sang hamba harus tetap optimis pada masa depan ruhaninya di depan Allah.


Tak ada dosa kecil jika anda berhadapan dengan KeadilanNya, dan tak ada dosa besar jika anda berhadapan dengan FadhalNya.”


Apabila seorang hamba berbuat kepatuhan, ketaatan, ubudiyah, berarti itulah tanda bahwa sang hamba mendapatkan limpahan FadhalNya Allah. Sebaliknya jika sang hamba bermaksiat, menuruti hawa nafsunya, berarti merupakan pertanda bahwa si hamba berhadapan dengan KeadilanNya.

Tak ada yang lebih kita takutkan dibanding kita menghadapi Keadilan Allah, dan tak ada yang lebih dahsyat harapan kita dibanding kita menyongsong Fadhal dan RahmatNya.

Kenapa warna berubah ?

[Media Puisi - Kisah Bijaksana] Seoarang anak bertanya pada ayahnya kenapa Warna itu berubah ayah ? jawab sang ayah oh , mungkin warna tersebut sedang terkena halangan sehingga tercampur berbaur dengan yang lain jawab ayahnya , anak tersebut percaya dgn opini ayahnya.

Kemudian lama semenjak anak tersebut duduk di bangku sekolah guru di tanya lagi Kenapa warna berubah ? jawab sang guru bahwa warna tersebut adalah perpaduan sinar sinar yang berwarna warna di jadikan satu sehingga menjadi warna yang satu ketika dia di pantulkan maka akan membentuk pelangi atau warna yang beraneka ragam.
Kali ini sang anak lebih percaya opini sang guru karena sang anak melogikanya.

Ketika anak tersebut lulus sarjana dan berusahaa menggapai sebuah impian dengan bekal yang secukupnya dia memberanikan diri melamar sang pujaan hati tapi kali ini pun pertanyaan itu di lontarakan ke dia , Kenapa Warna Berubah ? jawab sang pujaan yah karena memang begitu hukum alam , ada yang tetap pasti ada yang berubah , ada perubahaan pasti ada ketetapan. kali ini iya pun percaya dengan jawaban sang pujaan hingga ia pun mantap untuk tetap melaksanakan apa yang menjadi niatannya.

Kamu tahu , sejatinya Warna tidak pernah berubah , Hitam , merah , biru , kuning hijau ,orange, dll jika di jadikan satu akan membentuk satu warna saja yaitu warna putih , Silahkan di buktikan sendiri.

Sebagaimana yang kisah anak tersebut , kesimpulanku Sejatinya tidak ada warna yang berubah , warna itu tetap satu hanya pembiasan yang terjadi menjadikan warna berubah .

KISAH CINTA ADAM DAN HAWA....

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Syurga yang serba nikmatSegala kesenangan ada di dalamnya. Semua tersedia apa saja yang diinginkan, tanpa bersusah payah memperolehinya. Sungguh suatu tempat yang amat indah dan permai, menjadi idaman setiap insan. Demikianlah menurut riwayat, tatkala Allah SWT. selesai mencipta alam semesta dan makhluk-makhluk lainnya, maka dicipta-Nya pula Adam ‘alaihissalam sebagai manusia pertama. Hamba yang dimuliakan itu ditempatkan Allah SWT di dalam Syurga (Jannah).

Adam a.s hidup sendirian dan sebatang kara, tanpa mempunyai seorang kawan pun. Ia berjalan ke kiri dan ke kanan, menghadap ke langit-langit yang tinggi, ke bumi terhampar jauh di seberang, maka tiadalah sesuatu yang dilihatnya dari mahkluk sejenisnya kecuali burung-burung yang berterbangan ke sana ke mari, sambil berkejar-kejaran di angkasa bebas, bernyanyi-nyanyi, bersiul-siul, seolah-olah mempamerkan kemesraan.

Adam a.s terpikat melihatnya, rindu berkeadaan demikian. Tetapi sungguh malang, siapalah gerangan kawan yang hendak diajak. Ia merasa kesepian, lama sudah. Ia tinggal di syurga bagai orang kebingungan, tiada pasangan yang akan dibujuk bermesra sebagaimana burung-burung yang dilihatnya.

Tiada pekerjaan sehari-hari kecuali bermalas-malas begitu saja, bersantai berangin-angin di dalam taman syurga yang indah permai, yang ditumbuhi oleh bermacam bunga-bunga kuntum semerbak yang wangi, yang di bawahnya mengalir anak-anak sungai bercabang-cabang, yang desiran airnya bagai mengandung pembangkit rindu.

Adam kesepian

Apa saja di dalam syurga semuanya nikmat! Tetapi apalah arti segalanya kalau hati selalu gelisah resah di dalam kesepian seorang diri?

Itulah satu-satunya kekurangan yang dirasakan Adam a.s di dalam syurga. Ia perlu kepada sesuatu, iaitu kepada kawan sejenis yang akan mendampinginya di dalam kesenangan yang tak terhingga itu. Kadangkala kalau rindu dendamnya datang, turunlah ia ke bawah pohon-pohon rendang mencari hiburan, mendengarkan burung-burung bernyanyi bersahut-sahutan, tetapi aduh hai kasihan...bukannya hati menjadi tenteram, malah menjadi lebih tertikam. Kalau angin bertiup sepoi-sepoi basah di mana daun-daunan bergerak lemah gemalai dan mendesirkan suara sayup-sayup, maka terkesanlah di hatinya keharuan yang begitu mendalam; dirasakannya sebagai derita batin yang tegak di sebalik nikmat yang dianugerahkan Tuhan kepadanya.

Tetapi walaupun demikian, agaknya Adam a.s malu mengadukan halnya kepada Allah SWT. Namun, walaupun Adam a.s malu untuk mengadu, Allah Ta'ala sendiri Maha Tahu serta Maha Melihat apa yang tersembunyi di kalbu hamba-Nya. Oleh itu Allah Ta'ala ingin mengusir rasa kesepian Adam.

Hawa diciptakan

Tatkala Adam a.s sudah berada di puncak kerinduan dan keinginan untuk mendapatkan kawan, sedang ia lagi duduk terpekur di atas tempat duduk yang berlapiskan tilam permaidani serba mewah, maka tiba-tiba ngantukpun datanglah menawannya serta langsung membawanya hanyut ke alam tidur.

Adam a.s tertidur nyenyak, tak sedar kepada sesuatu yang ada di sekitarnya. Dalam saat-saat yang demikian itulah Allah SWT menyampaikan wahyu kepada malaikat Jibril a.s untuk mencabut tulang rusuk Adam a.s dari lambung sebelah kiri. Bagai orang yang sedang terbius, Adam a.s tidak merasakan apa-apa ketika tulang rusuknya dicabut oleh malaikat Jibril a.s.

Dan oleh kudrat kuasa Ilahi yang manakala menghendaki terjadinya sesuatu cukup berkata “Kun!” maka terciptalah Hawa dari tulang rusuk Adam a.s, sebagai insan kedua penghuni syurga dan sebagai pelengkap kurnia yang dianugerahkan kepada Adam a.s yang mendambakan seorang kawan tempat ia boleh bermesra dan bersenda gurau.

Pertemuan Adam dan Hawa

Hawa duduk bersandar pada bantal lembut di atas tempat duduk megah yang bertatahkan emas dan permata-permata bermutu manikam, sambil terpesona memperhatikan kecerahan wajah dari seorang lelaki kacak yang sedang terbaring, tak jauh di depannya.

Butir-butir fikiran yang menggelombang di dalam sanubari Hawa seolah-olah merupakan arus-arus tenaga elektrik yang datang mengetuk kalbu Adam a.s, yang langsung menerimanya sebagai mimpi yang berkesan di dalam gambaran jiwanya seketika itu.

Adam terjaga....! Alangkah terkejutnya ia ketika dilihatnya ada makhluk manusia seperti dirinya hanya beberapa langkah di hadapannya. Ia seolah tak percaya pada penglihatannya. Ia masih terbaring mengusap matanya beberapa kali untuk memastikan apa yang sedang dilihatnya.

Hawa yang diciptakan lengkap dengan perasaan malu, segera memutar badannya sekadar untuk menyembunyikan bukit-bukit di dadanya, seraya mengirimkan senyum manis bercampur manja, diiringi pandangan melirik dari sudut mata yang memberikan sinar harapan bagi hati yang melihatnya.

Memang dijadikan Hawa dengan bentuk dan paras rupa yang sempurna. Ia dihiasi dengan kecantikan, kemanisan, keindahan, kejelitaan, kehalusan, kelemah-lembutan, kasih-sayang, kesucian, keibuan dan segala sifat-sifat keperibadian yang terpuji di samping bentuk tubuhnya yang mempesona serta memikat hati setiap yang memandangnya.

Ia adalah wanita tercantik yang menghiasai syurga, yang kecantikannya itu akan diwariskan turun temurun di hari kemudian, dan daripadanyalah maka ada kecantikan yang diwariskan kepada wanita-wanita yang datang dibelakangnya.

Adam a.s pun tak kurang gagah dan kacaknya. Tidak dijumpai cacat pada dirinya kerana ia adalah satu-satunya makhluk insan yang dicipta oleh Allah SWT secara langsung tanpa perantaraan.

Semua kecantikan yang diperuntukkan bagi lelaki terhimpun padanya. Kecantikan itu pulalah yang diwariskan turun temurun kepada orang-orang di belakangnya sebagai anugerah Allah SWT kepada makhluk-Nya yang bergelar manusia. Bahkan diriwayatkan bahawa kelak semua penduduk syurga akan dibangkitkan dengan pantulan dari cahaya rupa Adam a.s.

Adam a.s bangkit dari pembaringannya, memperbaiki duduknya. Ia membuka matanya, memperhatikan dengan pandangan tajam. Ia sedar bahawa orang asing di depannya itu bukanlah bayangan selintas pandang, namun benar-benar suatu kenyataan dari wujud insani yang mempunyai bentuk fizikal seperti dirinya. Ia yakin ia tidak salah pandang. Ia tahu itu manusia seperti dirinya, yang hanya berbeza kelaminnya saja. Ia serta merta dapat membuat kesimpulan bahawa makhluk di depannya adalah perempuan. Ia sedar bahawa itulah dia jenis yang dirindukannya. Hatinya gembira, bersyukur, bertahmid memuji Zat Maha Pencipta.

Ia tertawa kepada gadis jelita itu, yang menyambutnya tersipu-sipu seraya menundukkan kepalanya dengan pandangan tak langsung, pandangan yang menyingkap apa yang terselit di kalbunya.

Adam terpikat

Adam terpikat pada rupa Hawa yang jelita, yang bagaikan kejelitaan segala puteri-puteri yang bermastautin di atas langit atau bidadari-bidadari di dalam syurga.

Tuhan menanam asmara murni dan hasrat berahi di hati Adam a.s serta menjadikannya orang yang paling asyik dilamun cinta, yang tiada taranya dalam sejarah, iaitu kisah cinta dua insan di dalam syurga. Adam a.s ditakdirkan jatuh cinta kepada puteri yang paling cantik dari segala yang cantik, yang paling jelita dari segala yang jelita, dan yang paling harum dari segala yang harum.

Adam a.s dibisikkan oleh hatinya agar merayu Hawa. Ia berseru: “Aduh, hai si jelita, siapakah gerangan kekasih ini? Dari manakah datangmu, dan untuk siapakah engkau disini?” Suaranya sopan, lembut, dan penuh kasih sayang.
“Aku Hawa,” sambutnya ramah. “Aku dari Pencipta!” suaranya tertegun seketika. “Aku....aku....aku, dijadikan untukmu!” tekanan suaranya menyakinkan.

Tiada suara yang seindah dan semerdu itu walaupun berbagai suara merdu dan indah terdengar setiap saat di dalam syurga. Tetapi suara Hawa....tidak pernah di dengarnya suara sebegitu indah yang keluar dari bibir mungil si wanita jelita itu. Suaranya membangkit rindu, gerakan tubuhnya menimbulkan semangat.

Kata-kata yang paling segar didengar Adam a.s ialah tatkala Hawa mengucapkan terputus-putus: “Aku....aku....aku, dijadikan untukmu!” Kata-kata itu nikmat, menambah kemesraan Adam kepada Hawa.

Adam a.s sadar bahawa nikmat itu datang dari Tuhan dan cintapun datang dari Tuhan. Ia tahu bahawa Allah SWT itu cantik, suka kepada kecantikan. Jadi, kalau cinta kepada kecantikan berertilah pula cinta kepada Tuhan. Jadi cinta itu bukan dosa tetapi malah suatu pengabdian. Dengan mengenali cinta, makrifah kepada Tuhan semakin mendalam. Cinta kepada Hawa bererti cinta kepada Pencipta. Dengan keyakinan demikian Adam a.s menjemput Hawa dengan berkata: “Kekasihku, ke marilah engkau!” Suaranya halus, penuh kemesraan.

“Aku malu!” balas Hawa seolah-olah menolak. Tangannya, kepalanya, memberi isyarat menolak seraya memandang Adam dengan penuh ketakjuban.
“Kalau engkau yang inginkan aku, engkaulah yang ke sini!” Suaranya yang bagaikan irama seolah-olah memberi harapan.

Adam tidak ragu-ragu. Ia mengayuh langkah gagah mendatangi Hawa. Maka sejak itulah teradat sudah bahawa wanita itu didatangi, bukan mendatangi.

Hawa bangkit dari tempat duduknya, menggeser surut beberapa langkah. Ia sedar bahawa walaupun dirinya diperuntukkan bagi Adam a.s, namunlah haruslah mempunyai syarat-syarat tertentu. Di dalam sanubarinya, ia tak dapat menyangkal bahawa iapun terpesona dan tertarik kepada rupa Adam a.s yang sungguh indah.

Adam a.s tidak putus asa. Ia tahu itu bukan dosa. Ia tahu membaca isi hati. Ia tahu bukannya Hawa menolak, tetapi menghindarnya itu memanglah suatu perbuatan wajar dari sikap malu seorang gadis yang berbudi. Ia tahu bahawa di balik “malu” terselit “rasa mahu”. Kerananya ia yakin pada dirinya bahawa Hawa diperuntukkan baginya. Naluri insaninya bergelora. Tatkala sudah dekat ia pada Hawa serta hendak mengulurkan tangan sucinya kepadanya, maka tiba-tiba terdengarlah panggilan ghaib berseru:
“Hai Adam....tahanlah dirimu. Pergaulanmu dengan Hawa tidak halal kecuali dengan mahar dan menikah!”.

Adam a.s tertegun, balik ke tempatnya dengan taat. Hawa pun mendengar teguran itu dan hatinya tenteram.
Kedua-dua manusia syurga itu sama terdiam seolah-olah menunggu perintah.

Perkahwinan Adam dan Hawa

Allah SWT. Yang Maha Pengasih untuk menyempurnakan nikmatnya lahir dan batin kepada kedua hamba-Nya yang saling memerlukan itu, segera memerintahkan gadis-gadis bidadari penghuni syurga untuk menghiasi dan menghibur mempelai perempuan itu serta membawakan kepadanya hantaran-hantaran berupa perhiasan-perhiasan syurga. Sementara itu diperintahkan pula kepada malaikat langit untuk berkumpul bersama-sama di bawah pohon “Syajarah Thuba”, menjadi saksi atas pernikahan Adam dan Hawa.
Diriwayatkan bahawa pada akad pernikahan itu

Allah SWT. berfirman: “Segala puji adalah kepunyaan-Ku, segala kebesaran adalah pakaian-Ku, segala kemegahan adalah hiasan-Ku dan segala makhluk adalah hamba-Ku dan di bawah kekuasaan-Ku. Menjadi saksilah kamu hai para malaikat dan para penghuni langit dan syurga bahawa Aku menikahkan Hawa dengan Adam, kedua ciptaan-Ku dengan mahar, dan hendaklah keduanya bertahlil dan bertahmid kepada-Ku!”.

Malaikat dan para bidadari berdatangan

Setelah akad nikah selesai berdatanganlah para malaikat dan para bidadari menyebarkan mutiara-mutiara yaqut dan intan-intan permata kemilau kepada kedua pengantin agung tersebut. Selesai upacara akad, dihantarlah Adam a.s mendapatkan isterinya di istana megah yang akan mereka diami.

Hawa menuntut haknya. Hak yang disyariatkan Tuhan sejak semula.
“Mana mahar?” tanyanya. Ia menolak persentuhan sebelum mahar pemberian ditunaikan dahulu.
Adam a.s bingung seketika. Lalu sadar bahwa untuk menerima haruslah sedia memberi. Ia insaf bahwa yang demikian itu haruslah menjadi kaedah pertama dalam pergaulan hidup.

Sekarang ia sudah mempunyai kawan. Antara sesama kawan harus ada saling memberi dan saling menerima. Pemberian pertama pada pernikahan untuk menerima kehalalan ialah mahar. Oleh kerananya Adam a.s menyedari bahawa tuntutan Hawa untuk menerima mahar adalah benar.

Mahar perkahwinan Adam

Pergaulan hidup adalah persahabatan! Dan pergaulan antara lelaki dengan wanita akan berubah menjadi perkahwinan apabila disertai dengan mahar. Dan kini apakah bentuk mahar yang harus diberikan?
Itulah yang sedang difikirkan Adam.
Untuk keluar dari keraguan, Adam a.s berseru: “Ilahi, Rabbi! Apakah gerangan yang akan kuberikan kepadanya? Emaskah, intankah, perak atau permata?”.
“Bukan!” kata Tuhan.
“Apakah hamba akan berpuasa atau solat atau bertasbih untuk-Mu sebagai maharnya?” tanya Adam a.s dengan penuh pengharapan.
“Bukan!” tegas suara Ghaib.
Adam diam, mententeramkan jiwanya. Kemudian bermohon dengan tekun: “Kalau begitu tunjukilah hamba-Mu jalan keluar!”.
Allah SWT. berfirman: “Mahar Hawa ialah selawat sepuluh kali atas Nabi-Ku, Nabi yang bakal Kubangkit yang membawa pernyataan dari sifat-sifat-Ku: Muhammad, cincin permata dari para anbiya’ dan penutup serta penghulu segala Rasul. Ucapkanlah sepuluh kali!”.
Adam a.s merasa lega. Ia mengucapkan sepuluh kali salawat ke atas Nabi Muhammad SAW. sebagai mahar kepada isterinya. Suatu mahar yang bernilai spiritual, kerana Nabi Muhammad SAW adalah rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam).
Hawa mendengarkannya dan menerimanya sebagai mahar.
“Hai Adam, kini Aku halalkan Hawa bagimu”, perintah Allah, “dan dapatlah ia sebagai isterimu!”.
Adam a.s bersyukur lalu memasuki isterinya dengan ucapan salam. Hawa menyambutnya dengan segala keterbukaan dan cinta kasih yang seimbang.

Allah SWT. berfirman kepada mereka: “Hai Adam, diamlah engkau bersama isterimu di dalam syurga dan makanlah (serta nikmatilah) apa saja yang kamu berdua ingini, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini kerana (apabila mendekatinya) kamu berdua akan menjadi zalim”.

Dengan pernikahan ini Adam a.s tidak lagi merasa kesepian di dalam syurga. Inilah percintaan dan pernikahan yang pertama dalam sejarah ummat manusia, dan berlangsung di dalam syurga yang penuh kenikmatan. itu sebuah pernikahan agung yang dihadiri oleh para bidadari, jin dan disaksikan oleh para malaikat.
Peristiwa pernikahan Adam dan Hawa terjadi pada hari Jumaat. Entah berapa lama keduanya berdiam di syurga, hanya Allah SWT yang tahu. Lalu keduanya diperintahkan turun ke bumi. Turun ke bumi untuk menyebar luaskan keturunan yang akan mengabdi kepada Allah SWT dengan janji bahawa syurga itu tetap tersedia di hari kemudian bagi hamba-hamba yang beriman dan beramal soleh.

" Dan Ketika Adam a.s tertidur dengan lelapnya , Allah tahu bahwa Adam Kesepian maka diperintahkanlah Djibiril berserta Punggawanya untuk mengambil sebatang Tulang rusuk kiri sang adam untuk di jadikan Pendamping yang Hakiki , pendamping yang sejati dan nyata yaitu Hawa , Kelak suatu hari seluruh keturunan Kaum adam a.s yang bernama Laki laki akan mencari tulang rusuk yang hilang tersebut sebagaimana yang di titahkan Oleh Allah SWT , Yah , tulang rusuk yang bernama Wanita .... tulang rusuk yang jika di biarkan akan terus membengkok dan jika di luruskan akan patah , karena itulah Titah Allah bahwa sepasang hati lainnya ada di tulang rusuk tersebut sehingga lengkaplah layaknya adam mendapatkan sang hawa......."

MEMBUAT ORANG LAIN BEARTI

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.

"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."

Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang aku katakan. Orang akan melupakan apa yang aku lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana aku membuat mereka berarti.

K E B O H O N G A N

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Bila anda ingin sukses sebagai pemimpin,atau anda ingin meraih keuntungan baik keuntungan secara ekonomis ataupun politis, hanya ada satu kunci sukses: berbohong!

Machiavelli mengingatkan kita semua, 'Buat seorang penipu ulung, selalu ada banyak orang yang siap ditipu.' Menipu dan berbohong adalah tekhnik yang paling efektif dalam menguasai massa. Bila anda bisa menang dengan menipu, lakukan tipuan. Bila dengan kejujuran anda kalah, campakkan kejujuran tersebut.

Namun apa sebenarnya kebohongan itu? Sissela Bok memberi definis yang bagus. Kebohongan adalah mengkomunikasikan pesan yang dimaksudkan untuk menyesatkan orang lain, untuk membuat orang lain itu percaya apa yang kita sendiri tidak percayai. Kebohongan bukan saja misinformasi tetapi juga meliputi segala pernyataan atau perbuatan yang direkayasa untuk menyesatkan, mengecoh atau membingungkan.

Lebih celaka lagi, bagi penganut mazhab berbohong ini, kebenaran adalah kebohongan yang terus menerus diulang dan diceritakan ribuan kali. Orang yang berbuat bohong selalu menciptakan ribuan skenario. Bila satu skenario gagal, diciptakanlah skenario baru. Begitu seterusnya. Kebohongan memang hanya dapat dipertahankan dengan kebohongan lagi. Bila anda ingin berbohong, ulangi dusta itu ribuan kali. Nati anda akan takjub bahwa orang-orang akan menganggap itulah kebenaran.

Namun mengapa orang harus berbohong? Orang berbohong biasanya disebabkan tiga hal, yaitu kebiasaan, kerakusan dan kedengkian. Satu saja sebab ini ada pada diri kita, dapat dipastikan kita pasti gemar berbohong.

Jikalau ada anak dibesarkan dalam keluarga yang biasa berbohong, dia akan tumbuh sebagai pembohong nantinya. Jikalau sepasang suami isteri biasa berbohong pada sejawatnya, satu waktu nanti diantara suami-isteri pun akan saling membohongi. Kerakusan kita terhadap apa saja, baik itu jabatan, uang ataupun kenikmatan duniawi lainnya, akan membuat kita sadar atau tidak sadar menjadi pembohong kelas berat. Kedengkian, berbarengan dengan permusuhan kepada golongan lain, mendorong orang untuk menjatuhkan orang lain itu dengan kebohongan.

Kepada mereka yang suka berbohong, cukuplah tiga ayat berikut ini:

"....Sesungguhnya Allah tak akan memberikan petunjuk kepada orang yang keterlaluan dan suka berbohong (QS 40:28);

Kecelakaanlah bagi setiap pembohong yang berdosa (QS45:17);

Sesungguhnya yang berbuat bohong itu hanyalah orang-orang yang tidak percaya kepada ayat-ayat Allah....(QS 16:105).

Nabi yang mulia mengingatkan para pendusta, 'Pengkhianatan yang paling besar ialah engkau memberi informasi kepada saudaramu, yang informasi itu mereka percayai, padahal engkau sendiri berdusta (Bukhari dan Abu Dawud).

Kepada mereka yang sering berbohong, ada baiknya kita sampaikan bahwa lambat laun orang akan menyadari dan mencium aroma dusta di lidah anda. Perlahan tapi pasti, setiap orang akan mendeteksi kebohongan anda. Di saat itu terjadi, anda akan terkejut menyadari betapa sempitnya dunia ini ketika semua orang mengetahui kebohongan anda. Yang anda bisa lakukan hanyalah berhenti dan bertobat, atau mencari mangsa baru yang belum tahu siapa anda. Beruntunglah anda bila memilih yang pertama, dan celakalah anda bila anda masih saja mencari mangsa baru.

Lebih celaka lagi, adalah mereka yang selalu menjadi korban kebohongan, namun tidak sadar dan terus memilih anda sebagai pemimpinnya dan selalu menyediakan ruang bagi anda untuk terus berbohong. Muslim yang baik, tak akan jatuh dua kali pada lubang yang sama.

Tentang Kesempurnaan ....

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Kesempurnaan bukanlah Mencintaimu setengah Mati , melainkan Mencintaimu diantara Kelemahanku sebagai manusia biasa , Ijinkanlah aku mencintaimu untuk sekarang dan seterusnya sepanjang aku bisa merasakan Kedamaian karena cinta , karena aku Bodoh mengenai Cinta , karena aku tidak pandai dalam bercinta , karena aku tidak tahu apa arti cinta yang aku tahu Aku mencintaimu....

## TENTANG CINTA ##

Andai dia adalah sebuah intan permata
Biarkan ia berkilau dengan cahaya dan caranya sendiri
Dan andai dia sebuah pelangi
Jangan pernah kau coba mengurai tujuh warnanya
Karena itulah cinta ....
Ada duka, airmata, luka, bahagia, canda tawa dan isak tangis
Sungguh sebuah kesatuan yang utuh
Dan karena itulah dia berharga dan pantas dipertahankan
Diperjuangkan dan didambakan

Gagal itu Biasa...

[Media puisi -Kisah bijaksana ] Ada 4 orang pemuda yang sama sama mengikuti sayembara merebut tahta putri Celica di Kerajaan Norwegia .Mereka diminta mengambil tahta putri dari sebuah Kamar tabung dengan menaiki sebuah Tangga dari bambu untuk bisa sampai ke atas. siapa yang bisa mengambil maka pangeran Edward II ayah sang putri akan menikahkan dng Putri celica.

Pemuda A di masukan dulu ke kamar tabung dan dengan semangat yang tinggi dan daya juang yang hebat dia memanjat bambu tersebut , tapi sayang di tengah menaiki bambu di semprot air dengan deras hingga ia jatuh . dia tidak patah semangat , dia coba lagi naik ketika hampir sampai petugas yang di atas menyemprot hingga jatuh tersungkur. Karena sudah 10 kali dan luka yang di deritanya parah dia pun diam dan tidak melakukan pergerakkan.

Kemudian Pemuda B di masukkan ke kamar tabung dia mengajak serta pemuda A untuk berkolaborasi mendapatkan tahta putri ,akhirnya mereka bahu membahu naik namun kali ini juga gagal karena di semprot oleh team tuan putri, mereka mencoba lagi tetapi juga sama akhirnya mereka mengakiri perjuanggannya.

Kemudian pemuda C di masukan ke kamar tabung , ketika mau naik dia dingatkan dan di beritahu oleh Si A dan B bahwa resiko yang di hadapi kalau naik adalah jatuh seperti mereka dan akhirnya luka yang sangat parah seperti yang di alami mereka. Si C pun mendengar dan melihat luka yang di alami Si A dan B akhirnya mengurungkan niatnya untuk naik dia percaya dengan omongan bahwa jika dia naik ke atas maka resikonya sama dengan yang dialami si A, B.

Kemudian di masukkan Si D ,kali ini panitia mencoba membiarkan tidak di semprot air apakah tetap akan naik atau tidak . Ketika akan naik Si A,dan B mengingatkan bahwa resikonya orang naik ke atas itu jatuh dan akan membuat Luka yang dalam , Si D hanya tidak percaya kalau tidak membuktikkan sendiri , dia menaikki bambu tersebut , dan akhirnya sampai di singgasana sang putri dan mengambil tahta tanda dia yang memenangkan , 3 pemuda itu binggung kok tidak ada semprotan air lagi dan kecewa sekali kenapa aku tidak mencoba terus?.

Itulah sebuah realita yang pernah aku lihat sendiri ketika masih di Norway . dan aku mengambil sebuah kesimpulan , Si A sebenarnya Tangguh tapi ketika dia jatuh ingin bangun kembali dia sudah tidak memiliki daya juang lagi , SI B melihat Si A luka dia menawarkan kerjasama untuk merebut tahta putri , dengan kerjasama dia pikir bisa saling membantu , Si C melihat dua pemuda A,B babak belur dia mengurungkan niatnya dan tidak punya Nyali untuk meneruskan perjuanggan tersebut.

Dan ketika aku pulang ke rumah aku melihat artikel Bill Gates Raja Microsoft bagaimana perjuanggannya menjual sofware Microsoft , Siapa orang yang akan percaya Pemuda Kribo berkacamata dengan pakian Lusuh menawarkan sebuah product yang hanya bernilai seribu USD akan menjadi product yang laris mencapai 100 Juta USD ? tidak ada yang mempercayai sampai Pacar bill gates jenefer Kinslye tidak mempercayai dan menjuluki Bill Gates orang Gila .

Kamu bisa lihat sendiri bagaimana di tahun 70' An bill gates yang culun , yang bego yang tidak di percayai orang bahkan pacarnya sendiri tidak percaya kini menjadi raja Microsoft dengan aset lebih dari 300 milyar USD .

GAGAL CINTA , GAGAL DALAM KEHIDUPAN , GAGAL DALAM KARIER ITU BIASA , MENJADI KAYA ITU WAJAR , MENJADI MISKINPUN ITU JUGA WAJAR , LULUS SARJANA SENANG ITU JUGA WAJAR Lantas diamana Tidak biasa dan Wajar ?

Sebagaimana cerita di atas gagal itu biasa akan tetapi gagal jatuh dan bangkit kembali itulah yang sangat luar biasa . Aku pernah gagal Cinta , Aku pernah gagal dalam Kehidupan , Aku pernah gagal dalam usaha dan bisnis , Namun sayang sekali setiap kali Allah menjatuhkan aku ke rimba kenistaan kegagalan aku tidak pernah mau menyerah dan terus beranjak walaupun 1000 hadangan di depanku , Walllahu Billahi sekarang pun aku terus berkutat dengan masalah dan masalah namun aku tetap akan maju sampai MATI MENJEMPUTKU , itulah Seindah indahnya PERJUANGAN menapaki hidup .... Seindah indahnya memperjuangkan Cinta dan pengharapanku untukmu... seindah idahnya pengabdian terakhirku...

Wabillahi walhidayah Wassalamualaikum wrb

2 Tikus..

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Ada 2 tikus yang berteman akrab , mereka sepakat untuk mencari makanan di dapur milik tuan rumahnya , barangkali saja ada sisa sisa makanan disana , ketika keluar dari lubang persembunyian , mereka sama sama tercebur ke dalam adonan makanan , Satu tikus asyik dan masyuk dengan memakan adonan tersebut hingga lupa tujuan awalnya , dan yang satu lagi lainnya sibuk berkutat kutat di tengah adonan makanan tersebut , dia takut akan ketangkap sang pemilik rumah , karena berkutat kuta dan berputar putar kencang di adonan itu membuat putaran dan membuat adukkan adonan makanan layaknya mixer. karena kencangnya putaran hingga dia terpelanting jatuh jauh dari adonan , sedang teman satunya masih asyik masyuk dengan adonan tersebut dan ketiduran karena kekenyangan.

Keesokkan harinya sang pemilik rumah hendak membuat adonan kiranya untuk di hidangkan ke tamu tamunya , dia terperanjat kenapa adonannya sudah di mixer , pikirnya mungkin suaminya , dan yang lebih terkejut lagi di satu adonan ada tikus yang tertidur pulas di adonan hingga sang pemilik rumah membunuh tikus tersebut .

Kamu tahu , para tamu memuji makanan sang pemilik rumah , adonannya tepat sekali serasi dan pas . padahal yang melakukan adonan itu adalah Tikus tersebut yang berkutat kutat dengan kencangnya karena takut di tangkap dan berusahaa mengatasi sebuah kesulitan yang di alaminya hingga membuat adonan tersebut.


KISAH POHON APEL....

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon,memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.

Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu.

Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu."

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.

Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.

Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.

Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.


Ini adalah cerita tentang kita semua.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.

Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka,dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.

Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Sebaik Baik Manusia....

[ Media Puisi - Kisah Bijaksana ] "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain."

Sesuatu yang baik, belum tentu benar.
Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.
Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.


YANG LAMA KITA PAHAMI YANG KINI KITA MENGERTI KEDEPAN KITA SIKAPI

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendakNYA

Pusat yang dimaksud dalam pengertian ini adalah sumber yang dapat memberikan penghidupan, keseimbangan dan kestabilan,yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung individu dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Manunggaling Kawula Lan Gusti,yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir, yaitu manusia menyerahkan dirinya selaku kawula terhadap Gusti Allah.

Upaya manusia untuk memahami keberadaannya diantara semua makhluk yang tergelar di jagad raya, yang notabene adalah makhluk, telah membawa manusia dalam perjalanan pengembaraan yang tak pernah berhenti. Pertanyaan tentang dari mana dan mau kemana (sangkan paraning dumadi) perjalanan semua makhluk terus menggelinding dari jaman ke jaman sejak adanya " ada ". Pertanyaan yang amat sederhana tetapi substansiil tersebut, ternyata mendapatkan jawaban yang justru merupakan pertanyaan-pertanyaan baru dan sangat beragam, bergantung dari kualitas sang penanya.

Perkembangan kecerdasan dan kesadaran manusia telah membentuk budaya pencarian yang tiada henti. Apalagi setelah muncul kesadaran religius yang mempertanyakan " apa atau siapa yang membuat ada " semakin menggiring manusia ke dalam petualangan meraba-raba di kegelapan rimba raya pengetahuan.

di dalam kegelapan itulah benturan demi benturan akibat perbedaan pemahaman terjadi. Benturan paling purba berawal dari kisah Adam dan Hawa yang melemparkan mereka dari surga. Benturan terkadang teramat dahsyat sehingga " perlu " genangan darah dan air mata, yang dipelopori oleh Habil dan Qabil. Kesemuanya bermuara pada kata sakti yang bernama " kebenaran " yang sungguh sangat abstrak dan absurd. Tetapi bukankah hidup dan kehidupan ini abstrak dan absurd ? sehingga tak terjabarkan oleh akal-pikir yang paling canggih sekalipun.

Ketika akal-pikir tak lagi mampu menjawab pertanyaan diatas, manusia mulai menggali jawaban dari " rasa " sampai akhirnya manusia merasa seolah-olah telah menemukan apa yang dicari. Tetapi ketika pengembaraan rasa tersebut sampai pada titik simpang, dimana di satu sisi muncul kebutuhan untuk melembagakan hasil " temuan rasa " tersebut dan di sisi lain menolak pelembagaan, kembali terjadi benturan-benturan yang sesungguhnya sangat tidak perlu terjadi. Sesuatu yang tidak akan pernah diketahui, baik dengan akal-pikir dan rasa, bahkan intuisi sekalipun. Sebab " dia " adalah Sang Maha Gaib. Rumusan apapun tentang " dia " seperti apa yang telah dilakukan oleh manusia pasti akan menemui kegagalan. Karena " dia " tidak pernah merumuskan " dirinya " secara kongkrit, kecuali dalam bentuk simbol-simbol dan lambang-lambang yang metaforik.

Perjalanan panjang manusia yang menempuh jarak jutaan tahun untuk mendapatkan jawaban pasti tentang " dia " menjadi amat bervariasi. Tetapi kepastian itu sendiri tidak pernah dijumpai. Sehingga sebagian manusia menjadi putus asa, karena perjalanan pencariannya tak ubahnya seperti tragedi Syshipus, sebuah perjalanan kehilangan.

Sementara untuk sebagian manusia lainnya, semangat pencariannya justru semakin menggebu. Mereka tidak pernah patah, karena mereka tidak terpukau oleh hasil akhir. Telah muncul kesadaran baru pada mereka, bahwa yang terpenting adalah proses pencarian itu sendiri. Bertemu atau tidak bukan lagi menjadi pangkal kerisauan, karena mereka menyadari, bahwa keputusan tidak berada di tangan manusia.

Nah mereka inilah para Musafir , sang pencari sejati yang selalu haus pada pengalaman empiris di belantara pengetahuan tentang hal-hal yang abstrak, absurd dan gaib. Dan mereka adalah kita. Syarat utama bagi para Musafir adalah kebersediaannya dan kemampuannya menghilangkan atau menyimpan untuk sementara pemahaman dogmatis yang telah dimilikinya, dan mempersiapkan diri dengan keterbukaan hati dan pikiran untuk merambah jagad ilmu pengetahuan ( kawruh ) non-ragawi.

Pengalaman Musafir adalah pengalaman yang sangat unik dan sangat individual sifatnya, sehingga kaidah-kaidah yang paling dogmatispun tak akan mampu memberikan hasil yang sama bagi individu yang berbeda. Perjalanan spiritual adalah proses panning upaya manusia untuk pencapaian tataran-kahanan ( strata, maqom ) pembebasan, yaitu kemerdekaan untuk menjadi merdeka ( freedom to be free ) dari segala bentuk keterikatan dan kemelekatan serta kepemilikan yang membelenggu, baik yang bersifat jasmani maupun rohani, seprti dijalani oleh para penuntun spiritual dimasa lampau.

Jika persyaratan diatas sudah disepakati, barulah terasa ada perlunya perjalanan wisata spiritual yang baru saja kita lakukan. Jika terjadi pengalaman mistis bagi satu atau beberapa orang, harus disikapi sebagai pengalaman yang bersifat " sangat individual " yang tidak bisa diseragamkan

Serigala Lumpuh, Tuhan tetap menjaganya

[Media Puisi - Kisah Bijaksan ] Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudah lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan memakan kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan sisa bagi serigala.

Hari berikutnya Tuhan memberi makan serigala dengan perantaraan harimau yang sama. Orang itupun mulai mengagumi kebaikan Tuhan yang begitu besar dan berkata dalam hati: “Aku juga akan menganggur di rumah saja dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan, karena Ia akan mencukupi segala kebutuhanku.”

Ia melakukan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tak terjadi apa-apa. Ketika orang yang malang ini sudah hampir mati, terdengarlah Suara: “Hai, engkau, orang yang sesat, bukalah matamu pada kebenaran! Ikutilah teladan harimau dan berhentilah meniru serigala yang lumpuh!”

Di jalan aku melihat seorang gadis kecil menggigil kedinginan dalam pakaiannya yang tipis. Tiada harapan baginya untuk mendapatkan cukup makanan. Aku menjadi marah dan berkata kepada Tuhan: “Mengapa hal ini Kaubiarkan? Mengapa Engkau tidak berbuat sesuatu?”

Sementara waktu Tuhan tidak berkata apa-apa. Malamnya Ia menjawab dengan sangat tiba-tiba: “Aku telah berbuat sesuatu. Aku menciptakan engkau.”


Jangan hanya melihat dengan mata

[ Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota, singgah pada rumah seorang yang kaya raya. Keluarga tersebut kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat tersebut tidur di dalam rumah besar mereka. Sebagai gantinya, mereka menyuruh kedua malaikat tersebut tinggal di gudang bawah tanah mereka yang dingin, kotor, tanpa pemanas. Ketika sedang menyiapkan tempat tidur mereka, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding, dan lalu memperbaikinya. Ketika malaikat yang lebih muda bertanya, malaikat yang tua itu menjawab: “Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya.”

Malam berikutnya, kedua malaikat tersebut menginap di sebuah keluarga petani yang miskin, tetapi sangat ramah. Setelah berbagi makanan yang serba sedikit, pasangan petani tersebut mempersilahkan kedua malaikat tersebut tidur di tempat tidur mereka, sedangkan mereka sendiri tidur di lantai

Ketika matahari muncul di ufuk timur keesokan paginya, mereka menemukan pasangan petani tersebut sedang menangis sedih. Ternyata, sapi yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan mereka, yang memberikan susu setiap pagi, tergeletak mati di pinggir ladang mereka. Malaikat muda menjadi marah dan mencaci maki malaikat tua, katanya: “Mengapa engkau tega melakukan semua ini kepada mereka? Mengapa engkau membiarkan semua ini terjadi? Kemarin kita mendapat kesempatan untuk menginap di rumah seorang kaya raya. Kita dibiarkan tidur di gudang yang kotor dan dingin, tetapi kamu masih membantu mereka dengan memperbaiki dindingnya yang bolong. Malam ini kita menginap di rumah seorang petani miskin yang begitu ramah dan mau berbagi, tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu biarkan sapi yang merupakan satu-satunya sumber hidup, mati. Apa maumu wahai malaikat tua? “

Malaikat tua menjawab singkat: “Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya.” Ketika malaikat muda mendesak untuk menjelaskan, malaikat tua berkata: “Waktu kita menginap di tempat orang kaya kemarin, aku melihat sebuah lubang di dinding. Di dalamnya ada kepingan emas. Tetapi karena orang kaya tersebut sangat tamak, tidak mau berbagi, dan tidak bisa ramah kepada orang lain, maka dinding tersebut kututup. Biar mereka tidak tahu dan tidak dapat mengambil emas tersebut. Lalu malam ini, ketika kita tidur di ranjang Pak Tani, dan mereka mengalah tidur di lantai, malaikat maut datang hendak mengambil isteri petani itu. Tetapi aku belokkan dan sebagai gantinya, malaikat maut itu mengambil sapi Pak Tani.

Tidak semua hal itu seperti bagaimana tampaknya. Terkadang kejadian di sekitar kita juga begitu. Jika kamu memiliki iman, kamu harus percaya bahwa semua hal merupakan keberuntunganmu, meskipun mungkin kita tidak menyadarinya.

Bersyukur adalah Mutiara

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Alkisah tentang seorang raja perkasa yang hobi berburu. Selagi berburu, kudanya meringkik sembari mengangkat kaki ke atas. Raja kaget, lalu terpelanting. Kelingkingnya putus. Raja marah. “Sudahlah Paduka. Kalau kena musibah, lebih baik bersyukur saja,” ujar seorang penasihatnya.

Raja bukannya luluh malah tambah murka. Dengan lantang berteriak : ‘Penjarakan penasihat goblok ini!’ Para pengawal yang selalu taat, tabu untuk membantah, melaksanakan perintah itu. Sang penasihat pun dijebloskan ke penjara.

Lima tahun kemudian, kala berburu, raja ini ditangkap suku primitif. Pria gagah berkulit putih mulus ini akan dipersembahkan pada dewa. Hanya saja, setelah diteliti, lho, kelingkingnya terpotong. Cacat. Suku primitif tersebut membatalkan niatnya untuk mengeksekusi raja. Sebagai penggantinya, pengawalnya yang tidak cacat dijadikan korban. Pengawal itu dieksekusi, dan rajanya dipulangkan.

Setelah itu raja menyadari kekhilafannya. Penasihat yang dulu dipenjara itu pun dilepaskan. “Ananda memang harus bersyukur tidak memiliki kelingking,” kata Raja, mengakui kesalahannya. Ternyata, sang penasihat pun bersyukur, “Kalau saja saya tidak dipenjarakan oleh Paduka, mungkin, hamba sudah menggantikan Paduka sebagai tumbal.”




Pemuda Soleh Tertipu Iblis

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Alkisah, ada seorang penebang kayu yang taat dalam beribadah dan tinggal disebuah hutan yang berdekatan dengan desa suku primitif. Para penduduk desa tersebut menyembah sebuah pohon besar yang tumbuh ditengah desa mereka. Suatu hari si penebang kayu memutuskan untuk menebang pohon tersebut. Ia ingin menunjukkan pada mereka bahwa apa yang mereka sembah bukanlah apa-apa selain ciptaan Tuhan, dan bahwa mereka harus menyembah Tuhan, bukan pohon.

Saat ia berjalan menuju hutan tersebut, seorang pria mencegahnya dan menanyakan ke mana ia akan pergi. “Demi Tuhan, aku akan menebang pohon yang disembah oleh suku yang hidup di tengah hutan.”

“Itu suatu kesalahan,” pria tersebut mengingatkan.

“Siapakah kau hingga berhak mengatakan apa yang harus kulakukan?” tanya si penebang kayu.

“Aku adalah iblis dan aku tidak akan membiarkan dirimu menebang pohon tersebut.”

Penebang pohon tersebut menjadi marah. Ia menarik sang iblis dan membantingnya ke tanah, dan melekatkan kampaknya pada leher sang iblis.

Iblis tersebut berkata, “Kau bersikap tidak masuk akal. Suku tersebut tidak akan pernah membiarkan dirimu menebang pohon suci mereka. Bahkan, jika kau mencoba melakukannya, mereka mungkin akan membunuhmu. Istrimu akan menjadi janda dan anak-anakmu akan menjadi yatim. Disamping itu, bahkan jika kau berhasil menebang pohon tersebut dan selamat, maka mereka akan memilih pohon yang lain untuk disembah. Pikirkanlah”

Iblis kerap berbicara dengan suara logika dan akal. Masing-masing kita pernah mendengar suara seperti ini yang berasal dari hati yang dengan giat mendebat melawan kebaikan yang kita kerjakan atau yang kita ketahui sebagai hal yang benar. Ada sesuatu di dalam diri kita yang selalu mampu menemukan alasan-alasan untuk melakukan apa yang mudah daripada apa yang benar.

Iblis tersebut melanjutkan, “Aku akan membuat penawaran denganmu. Aku tahu bahwa kau seorang miskin, namun juga orang yang taat dalam beribadah dengan sebuah keluarga yang besar, dan kau senang membantu orang lain, Setiap pagi aku akan menaruh dua koin emas. Selain terhindar dari bahaya pembunuhan dan tidak memperoleh apa pun, kau dapat menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan keluargamu dan juga membantu orang-orang miskin.

Penebang kayu tersebut menyetujuinya. Keesokan paginya, ia menemukan dua koin emas dibawah tempat tidurnya. Ia membeli makanan dan pakaian baru untuk keluarganya dan membagikan sisa uangnya untuk orang-orang miskin. Pada pagi berikutnya, penebang kayu tersebut tidak menemukan apa pun. Ia mencari ke seluruh ruangan, tetapi tetap tidak menemukan koin emas.

Merasa berang terhadap penghianatan sang iblis, si penebang kayu mengambil kampaknya dan bersiap-siap untuk pergi menebang pohon tersebut.

Sang iblis kembali mencegahnya, sambil tersenyum ia bertanya, “Kau akan pergi kemana?”

“Penipu, pembohong!, Aku akan menebang pohon itu!”

Iblis menyentuh dada si penebang kayu dengan satu jarinya. Si penebang kayu terjatuh ke tanah, pingsan akibat kekuatan sentuhan tersebut. Lalu, iblis menyentuh dada sang penebang pohon dengan satu jarinya dan menekannya ke tanah. Sang iblis berkata, “Kau ingin aku membunuhmu? Dua hari lalu kau akan membunuhku. Berjanjilah, kau tidak akan menebang pohon tersebut.”

Si penebang kayu menjawab, “Aku berjanji tidak akan menebang pohon tersebut. Katakanlah satu hal kepadaku, dua hari yang lalu aku mengalahkan dirimu dengan mudah. Darimana kau dapatkan kekuatan yang luar biasa pada hari ini?”

Sang iblis tersenyum kembali. “Saat itu kau akan menebang pohon tersebut karena Tuhan. Namun, hari ini kau berkelahi denganku karena dua buah koin emas!!!”

*Dimas: Memang melakukan sesuatu yang tulus bukanlah hal yang mudah. Terkadang hasrat lain seperti pamrih, pamer, ingin terlihat baik timbul, dan jika kita tidak benar-benar tulus maka sifat-sifat buruk ini akan menutupi hati kita dan pada akhirnya kita melakukan sesuatu yang sia-sia, lebih buruk lagi perbuatan yang pada awalnya kebaikan akhirnya berujung kepada keburukan karena nilai-nilai mulia telah hilang akibat keburukan hati kita. Untuk itu, kita harus terus menjaga dan melihat dengan cermat hati kita agar ketulusan dalam berbuat tetap terjaga. Semoga Tuhan selalu menjaga hati kita agar terhindar dari sifat-sifat yang buruk.amin

Menyelamatkan semut kecil, perbuatan yang sangat mulia

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Dahulu kala, ibu sultan dikenal sebagai seorang dermawan. Ia menanam pohon-pohon sebagai tempat berteduh bagi penduduk Istambul di kala musim panas. Ia juga membiayai jaringan sumur sehingga para penduduk dapat memperoleh air dengan lebih mudah. Ia membangun mesjid, sekolah, juga rumah sakit, yang ia bantu dengan lahan yang menghasilkan pemasukan. Sehingga, semua itu dapat berfungsi selama-lamanya.

Ketika rumah sakit tersebut sedang dibangun, ia mengunjungi lokasinya. Di sana ia melihat seekor semut jatuh kedalam beton yang masih basah. Ia memutuskan bahwa tak ada satu ciptaan pun yang boleh menderita akibat tindakan dermanya. Ia menancapkan payung buatan Prancis miliknya yang mahal kedalam beton tersebut, kemudian mengangkat keluar semut tersebut.

Beberapa tahun kemudian, pada malam kematiannya, beberapa teman dekatnya bermimpi tentang dirinya. Ia tampak muda dan berseri-seri. Dan ketika ia ditanya apakah ia masuk surga karena seluruh dermanya, ia menjawab, “Tidak, keadaan yang kualami sekarang adalah semata-mata karena seekor semut yang kecil.”

Menyelamatkan semut kecil, perbuatan yang sangat mulia

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Dahulu kala, ibu sultan dikenal sebagai seorang dermawan. Ia menanam pohon-pohon sebagai tempat berteduh bagi penduduk Istambul di kala musim panas. Ia juga membiayai jaringan sumur sehingga para penduduk dapat memperoleh air dengan lebih mudah. Ia membangun mesjid, sekolah, juga rumah sakit, yang ia bantu dengan lahan yang menghasilkan pemasukan. Sehingga, semua itu dapat berfungsi selama-lamanya.

Ketika rumah sakit tersebut sedang dibangun, ia mengunjungi lokasinya. Di sana ia melihat seekor semut jatuh kedalam beton yang masih basah. Ia memutuskan bahwa tak ada satu ciptaan pun yang boleh menderita akibat tindakan dermanya. Ia menancapkan payung buatan Prancis miliknya yang mahal kedalam beton tersebut, kemudian mengangkat keluar semut tersebut.

Beberapa tahun kemudian, pada malam kematiannya, beberapa teman dekatnya bermimpi tentang dirinya. Ia tampak muda dan berseri-seri. Dan ketika ia ditanya apakah ia masuk surga karena seluruh dermanya, ia menjawab, “Tidak, keadaan yang kualami sekarang adalah semata-mata karena seekor semut yang kecil.”

Kekuatan Ayat Suci.....

[Media Puisi - Kisah Bijaksana ] Seorang pria kaya dan terhormat mengundang beberapa tamu penting pada sebuah jamuan makan malam. Tamu-tamu tersebut juga termasuk seorang syeikh sufi yang terkenal dengan kemampuannya menyembuhkan, dan juga seorang menteri kesehatan, yakni seorang dokter yang memperoleh pendidikannya di Perancis. Setelah makan malam, putri sang tuan rumah tiba-tiba merasa pusing dan harus dibaringkan di atas tempat tidur. Tuan rumah meminta sang syeikh berdoa untuk sang gadis. Sang syeikh pun menghampiri sang gadis dan mengucapkan beberapa doa untuk memohon kesembuhan.

Hal ini membuat kesal menteri kesehatan, yang kemudian menggerutu bahwa tahayul semacam itu haruslah disingkirkan. “Sekarang ini,” katanya, “kita memiliki suntikan vitamin, obat-obatan modern, dan cara ilmiah lainnya untuk menyembuhkan orang. Omong kosong yang ketinggalan zaman seperti ini akan menghambat kemajuan kita!”

Sang syeikh menoleh pada sang menteri dan berkata, “Aku tidak mengetahui bahwa mereka memakaikan seragam menteri kepada seekor keledai pada masa sekarang ini! Bagaimana mungkin seorang pria bodoh dan tidak peka semacam ini dapat menjadi seorang dokter, terlebih lagi seorang menteri?” Sang menteri menjadi kalap. Wajahnya merah padam. Ia begitu marah, sehingga tidak dapat berkata-kata.

Dengan nada suara yang lembut dan sopan, sang syeikh segera berkata, “Tuan menteri, maafkan saya. Saya mengucapkan kata hinaan tersebut hanya untuk menjelaskan sesuatu. Lihatlah bagaimana wajah anda menjadi merah, pembuluh darah anda menjadi membesar, jantung anda berdebar-debar, dan laju adrenalin anda menjadi meningkat. Semua itu hanya disebabkan oleh beberapa kata. Jika ucapan duniawi dapat menyebabkan perubahan fisik semacam itu, maka mungkin saja kalimat suci dari kitab Tuhan dapat membantu membawa kesembuhan.