Guratan wajah yang semakin tua menambah renta..
Jemari lentik yang dulu gagah memangku semakin goyah..
Tulang yang konon seperti besi kini rapuh
Karena Usia yang semakin Senja...
Anakku...
Lihat lah cakrawala yang tergores pelangi...
indah , semu , tapi menyejukkan hati..
Anakku...
Usaplah air mata mu di pagi hari
Maka engkau akan menjumpai ayahmu...
Yah..
Ayahmu yang kini bagai Bintang di Ufuk selatan..
Ayahmu yang kini selalu di hati mu...
15 March 2009
Sepucuk Surat Buat Anak ku...
Sepucuk CInta Untuk mu...
Aku diam dalam 1000 bahasa...
aku hening dalam kesepian...
Asa ini sudah hilang dalam gulita..
Tak ada lagi yang tersisa...
Kesedihan ini adalah rantai pena cinta
Lantaran pasti ada sebab....
kerna itu lah sunatullah .....
Hidup adalah putaran jiwa yang mengembara..
Entah apa yang dapat ku persembahkan
Kepada mu tatkala jiwa jiwa ini menjemputmu..
Hanya satu kata, kutitipkan pada bayu
Sepucuk Cinta untuk mu...
Subscribe to:
Comments (Atom)




