Sayang....
Kehidupan bagaikan air..
Yang Jalan menyusuri sungai
Ia akan terus berjalan
Tanpa arah dan tujuan..
Sayang...
Dan air itu tak tahu arah dan tujuan
Dia akan terus berjalan menyusuri sungai
Dan Hingga suatu saat nanti
Ia akan menemukan dimana ia Harus Tinggal
Sayang...
Dan begitu pula alur Kehidupan ini
Kita menghadapi susah dan senang
Dan hingga suatu saat nanti kita menghadapi Hidup dan mati..
Sayang...
Daun tidak akan jatuh dari tangkainya jika tidak ada kehendak dari Tuhan
Dan Kehidupan tidak akan berhenti tanpa ada perintah dari NYA
Sayang...
Biarkanlah Kehidupan ini mengalir seperti adanya...
Biarkanlah Cinta kita lepaskan seperti air
Biarkanlah Sayang dan rindu kita kita lepaskan...
kelak suatu saat kita akan menyatukan rasa rindu , cinta dan asa kita
di tempat yang telah di tentukan oleh Kehendak NYA..
Bintang Ariya Narendra
26 March 2009
Hidup bagaikan air..
20 March 2009
Oh Bintangku...
Pernah ada rasa cinta antara kita
kini tinggal kenangan
ingin kulupakan semua tentang dirimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh bintangku
jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh kekasih
jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh kekasih
pernah ada rasa cinta antara kita
kini tinggal kenangan
ingin kulupakan semua tentang dirimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh bintangku
jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh kekasih
15 March 2009
Sepucuk Surat Buat Anak ku...
Guratan wajah yang semakin tua menambah renta..
Jemari lentik yang dulu gagah memangku semakin goyah..
Tulang yang konon seperti besi kini rapuh
Karena Usia yang semakin Senja...
Anakku...
Lihat lah cakrawala yang tergores pelangi...
indah , semu , tapi menyejukkan hati..
Anakku...
Usaplah air mata mu di pagi hari
Maka engkau akan menjumpai ayahmu...
Yah..
Ayahmu yang kini bagai Bintang di Ufuk selatan..
Ayahmu yang kini selalu di hati mu...
Sepucuk CInta Untuk mu...
Aku diam dalam 1000 bahasa...
aku hening dalam kesepian...
Asa ini sudah hilang dalam gulita..
Tak ada lagi yang tersisa...
Kesedihan ini adalah rantai pena cinta
Lantaran pasti ada sebab....
kerna itu lah sunatullah .....
Hidup adalah putaran jiwa yang mengembara..
Entah apa yang dapat ku persembahkan
Kepada mu tatkala jiwa jiwa ini menjemputmu..
Hanya satu kata, kutitipkan pada bayu
Sepucuk Cinta untuk mu...




